Outbound Jawa Timur > Metode Pelatihan
 
 

Outbound Training Di Surabaya - Paket Outbound Di Surabaya

Timur Langit memiliki metode pelatihan yang dirancang sedemikian rupa dengan tujuan menggali potensi  setiap individu secara personal  maupun dalam kelompok  dan kelompok sebagai kolektivitas individu.
 
Menggali Potensi
Menggali potensi individu serta mengenali karakter dasar yang dimiliki pada setiap individu, agar dapat dikenali kekuatan serta kelemahan, yang nantinya dapat dijadikan sebagai referensi untuk pengembangan selanjutnya.
 
Menginspirasi Dan Membekali
Menginspirasi dan membekali setiap individu yang terlibat dalam kegiatan, agar dapat dijadikan sebagai referensi dalam pandangan Positif, ber-Motivasi tinggi, Tangguh, serta Pantang Menyerah dalam mencapai tujuan.
 
Kemampuan Analisa Dan Menyusun Strategi
Menstimulasi kemampuan analisa suatu permasalahan, serta kemampuan dalam menyusun strategi akan pemecahan masalah, melalui empati dan pemahaman pada setiap individu atas pengaruh/kondisi yang dihadapi, baik dari sisi internal maupun eksternal.
 
Komunikasi Efektif
Menyadarkan akan pentingnya komunikasi yang efektif,  yang selama ini mungkin dianggap sebagai sebuah “hambatan” dalam bersosialisasi maupun dalan bekerja secara tim.
 
Metode Experiential Learning
Metode Experiential Learningadalah suatu metode proses belajar mengajar yang mengaktifkan pembelajar untuk membangun pengetahuan dan keterampilan serta nilai-nilai juga sikap melalui pengalamannya secara langsung.
 
Oleh karena itu, metode ini akan bermakna tatkala pembelajar berperan serta dalam melakukan kegiatan.  Setelah itu, mereka memandang kritis kegiatan tersebut.  Kemudian, mereka mendapatkan pemahaman serta menuangkannya dalam bentuk lisan atau tulisan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam hal ini, Experiential Learningmenggunakan pengalaman sebagai katalisator untuk menolong pembelajar mengembangkan kapasitas dan kemampuannya dalam proses pembelajaran.
 
Pada Experiential Learning, langkah menantang bagi instruktur adalah memikirkan atau merancang aktifitas pengalaman belajar seperti apa yang harus terjadi pada diri peserta baik individu maupun kelompok.  Aktifitas pembelajaran harus (fardu ‘ain) berfokus pada peserta belajar (student-centered learning). Dengan demikian, apa yang harus kita lakukan, apa yang harus mereka lakukan, apa yang harus kita katakan atau sampaikan harus secara detail kita rannag dengan baik. Begitu pula dengan media dan alat bantu pembelajaran lain yang yang dibutuhkan juga harus benar-benar telah tersedia dan siap untuk digunakan.
 
Perbedaan mendasar antara Experiential Learning dengan cara tradisional adalah
Experiential Learning
Tradisional Content-based Learning.
Aktif
Pasif
Bersandar pada penemuan individu
Bersandar pada keahlian mengajar
Partisipatif, berbagai  arah
Otokratis, satu arah
Dinamis dan belajar dengan melakukan
Terstruktur dan belajar dengan mendengar
Bersifat terbuka
Cakupan terbatas dengan sesuatu yang baku
Mendorong untuk  menemukan sesuatu
Terfokus pada tujuan belajar yang khusus
 
Keuntungan Experiential Learning
·          Apabila metode Experiential Learningdilakukan dengan baik dan benar, maka ada beberapa keuntungan yang akan didapat, antara lain:
·          Meningkatkan semangat dan gairah pembelajar,
·          Membantu terciptanya suasana belajar yang kondusif,
·          Memunculkan kegembiraan dalam proses belajar,
·          Mendorong dan mengembangkan proses berpikir kreatif,
·